London – Arsenal berhasil mengamankan tiket menuju final Piala EFL (Carabao Cup) setelah menumbangkan rival sekota mereka, Chelsea, dalam laga semifinal yang berlangsung sengit di Emirates Stadium. Kai Havertz menjadi pahlawan bagi The Gunners setelah mencetak gol tunggal yang memecah kebuntuan di babak kedua.
Kemenangan tipis 1-0 ini tidak hanya mengakhiri dominasi Chelsea dalam beberapa pertemuan terakhir, tetapi juga menegaskan ambisi Mikel Arteta untuk meraih trofi domestik pertama musim ini. Ketegangan khas Derbi London tersaji sepanjang 90 menit, namun efektivitas serangan Arsenal terbukti lebih unggul.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Taktik
Sejak peluit awal di bunyikan, kedua tim menampilkan permainan yang sangat berhati-hati. Arsenal, yang bertindak sebagai tuan rumah, mencoba mengambil inisiatif dengan dominasi penguasaan bola di lini tengah. Sementara itu, Chelsea tampil solid dengan skema pertahanan yang rapat, mengandalkan kecepatan serangan balik yang dipimpin oleh para penyerang muda mereka.
Pada babak pertama, peluang emas minim tercipta. Beberapa upaya tembakan jarak jauh dari Martin Ødegaard dan Bukayo Saka masih mampu di patahkan oleh lini belakang The Blues yang di komandoi oleh Thiago Silva. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga jeda, mencerminkan ketatnya persaingan taktik antara Arteta dan Mauricio Pochettino.
Momen Krusial: Balas Dendam Manis Kai Havertz
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-65. Momen tersebut datang dari sebuah kerja sama apik di sisi kanan penyerangan Arsenal. Umpan silang mendatar yang di lepaskan oleh Gabriel Martinelli gagal di antisipasi sempurna oleh bek Chelsea.
Bola liar tersebut langsung di sambar oleh Kai Havertz, yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Dengan tenang dan eksekusi dingin, mantan pemain Chelsea itu sukses menceploskan bola ke gawang, membuat kiper lawan tak berdaya. Gol ini sontak di sambut gegap gempita oleh para pendukung Arsenal, sekaligus menjadi narasi ‘balas dendam’ manis bagi Havertz yang meninggalkan Stamford Bridge di awal musim.
Tertinggal satu gol, Chelsea mencoba meningkatkan intensitas serangan. Pochettino memasukkan beberapa pemain bertipe menyerang untuk mencari gol penyeimbang. Namun, rapatnya barisan pertahanan Arsenal, yang di pimpin oleh William Saliba, berhasil meredam setiap ancaman yang datang.
Arsenal Menanti Lawan di Wembley
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal tidak berubah. Kemenangan ini memastikan Arsenal melaju ke partai final Piala EFL yang akan diselenggarakan di Stadion Wembley.
Kini, The Gunners tinggal menanti pemenang dari semifinal lain untuk menentukan siapa lawan yang akan mereka hadapi dalam perebutan gelar juara. Performa solid melawan Chelsea ini menjadi modal berharga bagi Arsenal untuk mengakhiri puasa gelar Piala EFL yang telah berlangsung lama.
