Manchester United memasuki periode krusial Liga Primer Inggris dengan modal yang menjanjikan. Tidak hanya dari permainan terbuka. Tetapi juga dari senjata yang selama ini dianggap sebagai titik lemah: situasi bola mati. Menjelang duel penting kontra Tottenham Hotspur. Peningkatan signifikan dalam efektivitas set-piece The Red Devils menjadi sorotan utama, dengan dua nama yang bekerja sunyi di balik layar, Evans dan Hasegawa Balik Ketajaman Bola Mati Setan Merah.
Transformasi dari Titik Lemah Menjadi Kekuatan
Dalam beberapa musim terakhir, Manchester United kerap di kritik karena minimnya kontribusi gol dari skema bola mati, baik serangan sudut maupun tendangan bebas tidak langsung. Situasi ini seringkali membuat frustrasi para penggemar dan analis, mengingat potensi pemain-pemain bertubuh jangkung di skuad mereka.
Namun, di bawah arahan manajer Erik ten Hag, terjadi perubahan filosofi dan fokus latihan yang drastis. Data menunjukkan bahwa United kini menjadi salah satu tim yang paling berbahaya dalam memanfaatkan set-piece di Liga Inggris. Transformasi ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras dan pendekatan yang sangat detail.
Peran Krusial Dua Sosok Kunci: Evans dan Hasegawa
Peningkatan tajam ini ternyata di dalangi oleh dua sosok yang bekerja dengan profil yang relatif rendah, namun memiliki dampak yang masif di lapangan latihan:
Jonny Evans: Komandan Lapangan dan Juru Bicara Senior
Kembalinya bek veteran Jonny Evans ke Old Trafford tidak hanya menambah kedalaman skuad, tetapi juga membawa nilai kepemimpinan yang tak ternilai harganya. Dalam sesi latihan bola mati, Evans memainkan peran sebagai ‘juru bicara’ di lapangan.
Sebagai pemain berpengalaman, Evans berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara staf pelatih dan para pemain. Ia bertanggung jawab memastikan setiap instruksi dan detail taktis yang di rancang oleh tim pelatih dapat di eksekusi dengan sempurna. Kehadirannya memberikan ketenangan dan organisasi, sebuah elemen yang sangat di butuhkan dalam situasi penuh tekanan seperti bola mati.
Kaita Hasegawa: Otak di Balik Analisis Taktis
Kaita Hasegawa, yang menjabat sebagai salah satu staf pelatih analitik, adalah otak di balik perencanaan teknis set-piece United. Hasegawa memiliki spesialisasi dalam menganalisis lawan dan merancang skema yang paling efektif untuk mengeksploitasi kelemahan pertahanan tim musuh.
Pendekatan Hasegawa bersifat ilmiah dan sangat detail, mencakup analisis mendalam tentang posisi pemain, pergerakan, dan waktu eksekusi. Keahliannya memastikan bahwa setiap skema bola mati yang di latih bukan sekadar rutinitas, melainkan serangan yang terencana dengan baik dan telah di sesuaikan dengan karakteristik lawan yang akan di hadapi, termasuk saat mempersiapkan duel kontra Tottenham.
Implikasi Jelang Laga MU vs Tottenham
Menghadapi Tottenham Hotspur, yang di kenal memiliki pertahanan yang terorganisir namun terkadang rentan terhadap kejutan taktis. Senjata bola mati Manchester United akan menjadi faktor penentu. Jika Evans mampu menjaga organisasi di lapangan dan skema yang di rancang Hasegawa di eksekusi dengan presisi, United memiliki peluang besar untuk memecah kebuntuan dan meraih poin penting. Ketajaman bola mati ini telah berubah dari aib menjadi aset, memberikan Erik ten Hag dimensi serangan baru yang siap menguji pertahanan tim-tim papan atas EPL.
