LONDON – Pemimpin klasemen sementara Premier League, Arsenal, harus menelan pil pahit setelah di beri KEJUTAN DI EMIRATES: Arsenal Tumbang 2-3 dari Setan Merah, dalam laga klasik yang berlangsung dramatis di Emirates Stadium. Kekalahan ini bukan hanya mengakhiri rekor delapan tahun tak terkalahkan The Gunners dari United di liga, tetapi juga secara signifikan memangkas keunggulan mereka di puncak klasemen, membuka kembali persaingan menuju gelar juara.
Drama Lima Gol dan Kesalahan yang Tak Termaafkan
Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal. Arsenal sempat memimpin lebih dulu melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez di babak pertama, setelah bek United salah mengantisipasi umpan silang. Namun, keunggulan tersebut sirna hanya dalam hitungan menit akibat kesalahan fatal yang di lakukan gelandang andalan Arsenal, Martin Zubimendi.
Zubimendi, yang di kenal sebagai pengatur tempo permainan, melakukan umpan balik yang ceroboh dan lemah di area pertahanan sendiri. Bola berhasil direbut oleh Bryan Mbeumo, yang kemudian dengan tenang melewati David Raya untuk menyamakan kedudukan. Momen ini menjadi titik balik krusial.
Memasuki babak kedua, Manchester United berbalik unggul melalui gol spektakuler Patrick Dorgu yang menghujam keras ke gawang Arsenal. Meskipun upaya Mikel Arteta melakukan empat pergantian pemain sekaligus pada menit ke-58 sempat membuahkan hasil, di mana Mikel Merino berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit-menit akhir, United kembali menunjukkan ketajaman mereka. Matheus Cunha memastikan kemenangan mengejutkan 3-2 untuk Setan Merah melalui tendangan keras yang tak mampu di jangkau Raya.
Rating Pemain: Zubimendi Jadi Sorotan Utama
Kekalahan ini memicu perdebatan sengit mengenai performa individu para pemain Arsenal. Berikut adalah penilaian beberapa pemain kunci The Gunners:
- Martin Zubimendi: 5
Penampilan yang sangat jauh dari biasanya. Blunder fatalnya dalam memberikan umpan balik yang berujung pada gol penyeimbang United membuatnya menjadi pemain dengan nilai terendah. Kesalahan ini disebut sebagai ‘kesalahan yang tak termaafkan’ dan ‘mutlak horor’ yang merusak seluruh performa tim. - Bukayo Saka: 7
Menjadi salah satu ancaman konstan Arsenal di sisi sayap. Keterlibatannya dalam proses gol pertama menunjukkan kualitasnya. Ia terus berusaha keras menciptakan peluang hingga akhir laga. - Declan Rice: 6.5
Bekerja keras di lini tengah namun gagal mendominasi permainan dan mengalirkan bola ke depan seperti biasanya. Penampilannya kurang memiliki dorongan atau inisiatif serangan yang menjadi ciri khasnya. - David Raya: 6
Tidak banyak yang bisa ia lakukan untuk mencegah gol-gol United. Penjaga gawang ini di nilai tak berdaya menghadapi tembakan Matheus Cunha dan Dorgu yang terarah. - Mikel Merino: 7
Masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memberikan dampak positif. Berhasil mencetak gol penyeimbang yang sempat memberikan harapan.
Hasil ini menjadi pukulan telak bagi ambisi juara Arsenal. Dengan selisih poin yang semakin tipis, tekanan kini berada di pundak pelatih Mikel Arteta untuk segera mengatasi kegoyahan di lini tengah dan belakang timnya jika mereka ingin mempertahankan posisi di puncak dan memenangkan perburuan gelar Premier League.
